Aplikasi android GoNila

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, segala puja puji hanya bagiNya semata. Setelah berusaha sekian lama memecah fokus agar tidak jenuh, akhirnya aplikasi GoNila ini saya luncurkan hari ini. Allah, terima kasih.

Bagaimana tidak, perjuangan untuk belajar coding dan sambil menulis naskah untuk dimuat; keduanya perlu fokus dan tentu saja energi yang tidak sedikit. Aku tetap akan memegang prinsip lama, akan kukejar impianku meski tertatih dalam belajar.

Kode-kode genetik, barangkali sudah hampir terbiasa. Mungkin saja kode Javascript ini akan jadi terbiasa juga. Begitulah pikiranku mulai menyapa saat jari jemariku mulai menari untuk mengetikkan apa yang kupikirkan.

Bukan belum mengenal Javascript; tapi karena saking lamanya tidak menggunakannya. Saat sebelum domain Adi Sucipto ini aku beli pun, sudah mengenalnya meski sedikit. Saat itu masih belajar autodidak 12 jam tentang CSS, HTML dan sedikit PHP. Lalu mencoba peruntungan ke situs Belanda dan menjadi admin dalam waktu satu bulan. Sepertinya, membernya saat ini sudah lebih dari 95.000 orang. Dalam satu tahun kemudian, dipercaya menjadi salah seorang Professor dadakan di sana diantara 9 Professor lainnya. Aku mulai tertawa meski dalam hati, tapi bibirku bergerak mengenang masa itu. Kini, meski sudah tidak aktif hampir 10 tahun, penghargaan itu masih tertoreh di dinding profil. Ah, mereka sekumpulan anak-anak muda. Dan aku sudah harus melewatinya.

Aku kira sudah dua minggu sejak mulai belajar lagi tentang koding ini. Lahirnya GoNila adalah kelanjutan dari lahirnya aplikasi untuk situs ini. Semoga bukan yang terakhir, karena dalam pikiranku masih tersimpan beberapa ide dan masih bisa dieksplor ide-ide lain untuk kemajuan akuakultur Indonesia.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala meridhoi setiap langkah diri ini. Meski mohon maaf ya Allah, sangat terasa begitu tidak sempurnanya penghambaan ini padaMu.

GoNila merupakan aplikasi kedua, dan secara sengaja diperuntukkan bagi kawan-kawan pembudidaya ikan nila yang tertarik untuk berbudidaya dengan teknologi bioflok. Di dalam aplikasinya sudah memuat informasi bagaimana memulai bisnis dan apa saja yang sebaiknya mendapat perhatian, pengantar bagaimana ikan memproduksi telur, memproduksi larva, pendalaman pemahaman tentang teknologi bioflok kususnya pada ikan nila sehingga menjadi bekal dalam melakukan pendederan dan pembesaran ikan nila dengan teknologi bioflok ini. Serta sedikit ulasan tentang analisis bisnisnya. Semoga semua itu bermanfaat. Aamiin

Praktek budidaya ikan lele dengan sistem bioflok

Praktek budidaya ikan lele dengan sistem bioflok adalah video ketiga diantara video yang sudah aku share sebelumnya, tentang belajar budidaya ikan lele dengan sistem bioflok dan area belajar budidaya ikan lele dengan sistem bioflok. Masih banyak yang mesti dipelajari dari guru-guruku di tempat belajar ini. Video durasi singkat ini semoga cukup sebagai gambaran. Semoga Anda tidak silau selama menonton video ini. Hehehe.

Aku juga belum bisa banyak share tentang teknologi ini. Ya, namanya juga masih dalam tahap belajar. Terus terang rodo isin kalau belum perfect lalu main share ae. Malu ama guru. Insting kita memang diuji dalam teknologi ini. Namun demikian, jika di tempat kita ada fasilitas uji lab untuk kualitas air, kualitas bahan-bahan yang digunakan, kuantitas bakteri penyusun flok, kualitias biofloknya dan lain-lain; maka hal itu akan semakin ok. Ini menurutku loh.

Jujur saja, saat ini aku hanya belajar filosofinya. Jadi untuk ramuan, komposisi dan cara penggunaannya masih manut. Aku kira memang justru hal inilah tahapan paling penting sebagai pemula seperti aku ini. Inilah yang aku maksudkan dengan gelas kosong dalam menuntut ilmu. Hehehe, padahal ilmu itu kan tidak salah, kok dituntut.

Kadang-kadang sehari dua, aku ambil juga foto warna airnya. Aku cuma kepikiran tentang pola warna pada berbagai waktu. Lalu aku analisis dengan piranti sederhana, color finder yang sudah berbasis android. Aku juga tahu bahwa analisis terhadap warna hanyalah analisis terhadap dampak, bukan analisis terhadap sumber. Namun hal ini aku ambil untuk menambah dan memperkuat insting selama pembelajaran. Pada 2 Maret 2017, warna airnya dominan RAL 1019 atau Grey beige atau dalam CSS sama dengan rgb (164, 143, 122) atau Hex (#a48f7a).

Praktek budidaya ikan lele dengan sistem bioflok - pola warna air

Aku betul-betul ucapkan terima kasih kepada Babeh, Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi atas kesempatan dalam pembelajaran ini. Juga kepada guru-guruku. Semoga ilmu jenengan makin mumpuni. Dan makin bermanfaat untuk akuakultur Indonesia. Aamiin.

Dalam tahap berikutnya, aku harus kompilasi dengan informasi dari luar negeri, praktisi dan peneliti dari dalam negeri yang berkaitan dengan teknologi biolok (BFT) ini. Bukan yang pertama, tapi semoga bukan yang terakhir.

Aneuk yatim ini membuatku ingat dan kangen Aceh

Aneuk yatim, inilah lagu dengan lirik yang mengingatkan aku pada perjalanan di 12 desa di Aceh beberapa tahun lalu. Yang aku masih ingat nama-nama ini; Pasi Pinang, Arongan, Babah Nipah, Aceh Jaya, Aceh Barat dan tentu saja Meulaboh. Pada kawan-kawan di sana, pembudidaya ikan, nasi lemaknya, suasana malam di pinggir jalan sambil makan ikan laut, pada kopi, pada kesedihan yang mulai pudar kala itu. Pada kawan satu team yang saling membahu dan tetap berusaha tegar, dan juga pada diriku.

Aneuk yatim - bersama kawan menyusuri sungai

Kehidupan ini ya Allah…

Aneuk yatim - bersama pembudidaya ikan

Kadang aku pakai kopiah agar makin nyaman

Aneuk yatim - bersama kawan dan pembudidaya ikan

 

Aneuk Yatim

Jinoe loen kisah saboh riwayat
Kisah baroetat baroetat di Aceh Raya
Lam karu Aceh Aceh Timu ngon Barat ngon Barat
Di saboh tempa tempat meuno calitra
Nasidro aneuk jimo siat at
Lam jeut jeut saat saat dua ngoen poma
Ditanyoeng bak ma bak ma ayah jinoe pat hai jinoe pat
Di loen rindu tat rindu tat keuneuk eue rupa

Nyoe mantoeng hudep meupat alamat
Uloen jak seutoet jak seutoet oh watee raya
Nyoe ka meninggai meninggai
Meupat keuh jirat ouh jirat
Uloen keuneuk jak siat jak siat loun baca do’a
Hudep di poma oeh tanle Ayah
Loen jak tueng upah tueng upah
Loen bri bu gata
Ka naseb tanyoe geutanyoe Kehendak bak Allah..bak Allah
Adak pie susah susah tetap loen saba

Seu’ot lee poma aneuk meutuah
Keheundak bak Allah bak Allah geutanyo saba
Bek putoeh asa hai asa cobaan Allah Ya Allah
Saba ngoen tabah  ngoen tabah dudoe bahgia
Talake do`a ka nibak Allah
Ube musibah musibah bek lee troh teuka
Aceh beu aman beu aman bek lee roe darah roe darah
Seuramo mekkah mekkah beukong agama.

 

Kini Aceh sudah berkembang sebagaimana berkembangnya Indonesia. Perkembangan lahir itu semoga tidak melupakan perkembagan bathin. Bersinergi. Seiring sejalan. Semoga tidak ada bencana lagi di Aceh, juga di seluruh wilayah Indonesia ini. Aamiin. Aceh loen sayang.

Area belajar budidaya ikan lele dengan sistem bioflok

Area belajar budidaya ikan lele dengan sistem bioflok ini sebagai pengingat bahwa saya pernah di sini, sebagai pelajar. Hal yang kurindukan setiap saat sebagai pembelajar.

Sore itu sekitar pukul 3, alhamdulillah cukup cerah. Desiran angin membelaiku. Dan suara adzan itu terdengar cukup jelas pertanda bahwa hari sebentar lagi senja. Pertanda bahwa durasi video ini tidaklah lama. Rupanya seperti itu juga hidup dan kehidupan. Video sederhana lainnya tertera pada artikel ini.

Lele memang merupakan salah satu ikan banyak dibudidayakan di Indonesia. Tak perlu jauh-jauh berpikirnya, cek aja bagaimana pertumbuhan warung makan yang menyediakan ikan lele sebagai menu utamanya. Menurut data, produksinya tahun 2014 sekitar 12,75% lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Kalau kita simak, perkembangan teknologi budidaya ikan di Indonesia tergolong pesat. Berbagai upaya untuk masuk ke rana budidaya super intensif juga dilakukan. Namun demikian, perkembangan tersebut juga seringkali memiliki dampak negatif bagi kualitas lingkungan yang kemudian dapat mempengaruhi kesehatan ikan. Sampah organik dari sisa pakan, kotoran serta sisa metabolisme ikan merupakan beberapa penyebab menurunnya kualitas lingkungan.

Beberapa penelitian telah banyak memberikan informasi bahwa teknologi bioflok (dikenal sebai BFT) dapat dijadikan alternatif yang menjanjikan untuk mengatasi masalah dalam budidaya ikan. Teknologi ini telah diintroduksi ke Indonesia sekitar tahun 2003 (sudah cukup lama ya). Pada beberapa penelitian, penerapan BFT berperan untuk meningkatkan kualitas air, biosecurity, produktivitas, meningkatkan efisiensi pakan dan mengurangi biaya produksi melalui biaya pakan diturunkan (Burford et al 2004; Wasielesky et al 2006; Avnimelech et al 1994; Hari et al 2004).

Teknologi bioflok ini dapat diterapkan menggunakan penambahan karbohidrat organik ke dalam media budidaya ikan untuk meningkatkan rasio C/N sampai pada nilai yang ditentukan, dan dapat digunakan untuk merangsang pertumbuhan bakteri heterotrofik (Crab et al., 2007). Bakteri heterotrofik dapat dimanfaatkan untuk menyerap Total Ammonia Nitrogen (TAN) dalam air dan kemudian mengubahnya menjadi protein pada kondisi optimum rasio C/N untuk pertumbuhan bakteri (Avnimelech, 1999) yang kemudian membentuk bioflok tersebut. Menurut De Schryver et al. (2008) bioflok terdiri dari fitoplankton, bakteri, agregat makhluk hidup, bahan organik, kation dan sel-sel mati. Sampai di sini saya teringat juga bahwa ada juga yang berpendapat bahwa seharusnya dalam sistem bioflok itu tidak memungkinkan untuk tumbuh fitoplankton. Saya sebenarnya tidak sependapat, karena bagaimanapun fitoplankton sangat mungkin untuk ada dan berkembang; apalagi jika sistem budidaya ikannya di luar ruangan dan terbuka. Saya lebih tertarik pada filosofinya saja kenapa suatu sistem disebut dengan bioflok, sedangkan sistem lain tidak disebut demikian.

Mengingat bahwa judul artikel ini hanya ingin menayangkan area belajar budidaya ikan lele dengan sistem bioflok, maka saya merasa tidak perlu memperpanjang ceritanya. Bak bundar yang saya sebut sebagai bakbun dalam video ini lumayan banyak ya. He he he. Dalam bentuk gambar, kira-kira seperti di bawah ini.

Area belajar budidaya ikan lele dengan sistem bioflok

Sedangkan area belajar budidaya ikan dengan BFT kira-kira seperti gambar ini. Saya sangat bersyukur karena banyak guru yang membimbingku dalam pembelajaran ini. Terima kasih untuk para guru.

Area belajar budidaya ikan nila dengan sistem bioflok

Belajar budidaya ikan lele dengan sistem bioflok

Belajar budidaya ikan lele dengan sistem bioflok? Tidak terlambat nih? Ah biarinlah. Aku memang mau belajar, meskipun sudah banyak yang ahli, aku tetap akan belajar. Begitulah kira-kira, saya awali paragraf ini.

Akuakultur atau budidaya ikan adalah perwujudan cita, rasa dan karsa dalam meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinyuitas produksi organisme akuatik hasil interaksi dengan lingkungannya (Sucipto, 2007). Peningkatan produksi tersebut dapat ditempuh melalui komponen pemuliaan, teknik budidaya dan manajemen.

Dalam tahap awal, saya coba belajar bahwa teknik budidaya dan manajemen dapat disandingkan dan berjalan sinergi. Di Indonesia, teknologi bioflok pada ikan lele telah dan sedang dicoba diaplikasikan. Walaupun dalam praktek awalnya masih banyak kendala, dan bahkan kemudian mengalami pergeseran menjadi sistem probiotik dan Natural Water System (NWS), namun upaya tersebut idealnya janganlah berhenti.

Salah satu pertanyaan sederhana saya dari 8 pertanyaan lainnya pada 29 Oktober 20015 lalu saat seminar bioflok adalah apakah lele memanfaatkan bioflok bagi dirinya? Berdasarkan makna akuakultur yang telah saya sampaikan tahun 2007 lalu, walau sekalipun lele tidak memanfaatkan bioflok sebagai makannya, maka setidaknya mereka hidup dalam lingkungan yang mendukung untuk tumbuh dengan baik.

Video ini adalah awal saya untuk belajar budidaya ikan lele dengan sistem bioflok; pada lele dan nila. Video tentang bioflok pada nila saat ini belum ada. Semoga seiring penelitian saya dan kawan-kawan, maka dapat sharing melalui akun saya di YouTube. Melalui proses belajar ini, setidaknya saya akan mengetahui peningkatan produktivitas per satuan volume (di dalamnya termasuk efisiensi penggunaan air, pakan, dan waktu) dan efektifitas dari teknologi bioflok, informasi performa ikan dan bioflok, teknologi adaptif bioflok dalam budidaya ikan lele dan nila. Khusus pada nila, saya pengin tahu persentase protein ikan nila yang dapat disuplai oleh flok, termasuk pada akhirnya bagaimana kalau flok tersebut dapat disediakan dalam bentuk kering. Masih banyak lagi yang pngin dipelajari sih…. Asumsi-asumsi kadang diperlukan untuk menyederhanakan apa yang sebenarnya tidak sederhana. Namun dengan data lapangan, semoga realitanya tidak melenceng dengan frame work yang sudah dibuat.

Untuk belajar budidaya ikan lele dengan sistem bioflok, Babeh sudah menyediakan banyak fasilitas yang siap pakai. Sedangkan untuk belajar budidaya ikan nila dengan sistem bioflok, masih perlu sedikit pembenahan. Terima kasih Beh.

Belajar budidaya ikan lele dengan sistem bioflok

Terima kasih sudah menonton video tentang bagaimana saya memulai belajar budidaya ikan lele dengan sistem bioflok, di tengah sudah banyak pakar tentang teknologi ini. Semoga saya tidak terlambat untuk memulai.