Cara menginstal XAMPP di Windows 10

Cara menginstal XAMPP di Windows ini saya coba tuliskan karena saya pernah menggunakannya beberapa tahun lalu, dan saat ini saya kangen lagi untuk menggunakannya. Pada artikel ini, saya menggunakan XAMPP for Windows versi 7.1.1 untuk Windows 10. Versi ini tidak kompatibel dengan Windows XP atau Windows 2003. Namun demikian, Jika Anda mau menggunakannya, Anda dapat mendownload versi XAMPP yang kompatibel di sini.

XAMPP sebenarnya merupakan singkatan X-cross-platform, A-Apache, M-MySQL, P-PHP dan P-Perl. Ini adalah solusi sederhana dan ringan yang memungkinkan Anda untuk membuat server web lokal untuk tujuan pengujian. Apa saja yang terdapat di dalamnya? Sebagaimana nama versinya, XAMPP 7.1.1 karena disesuaikan dengan versi PHP di dalamnya. Dalam XAMPP versi ini jug tersedia Apache 2.4.25, MariaDB 10.1.21, PHP 7.0.15, phpMyAdmin 4.6.5.2, OpenSSL 1.0.2, XAMPP Control Panel 3.2.2, Webalizer 2.23-04, Mercury Mail Transport System 4.63, FileZilla FTP Server 0.9.41, Tomcat 7.0.56 (dengan mod_proxy_ajp sebagai konnector), Strawberry Perl 7.0.56 Portable.

Cara Install XAMPP 7.1.1

Setelah Anda mendownload XAMPP for Windows 7.1.1 dan menyimpannya dalam komputer Anda, langkah berikutnya adalah bagaimana proses instalasinya. Silahkan klik dua kali pada file aplikasinya (dalam hal ini saya menggunakan xampp-win32-7.1.1-0-VC14-installer). Pada tahap pertama, jika anda menggunakan aplikasi anti-virus, maka akan muncul jendela seperti di bawah ini. Sebuah peringatan bahwa jika program anti virus sedang berjalan, maka proses instalasi mungkin akan berjalan lambat atau mengganggu proses instalasi XAMPP. Jika diperlukan, Anda bisa saja mematikan anti virus untuk sementara, atau klik saja tombol Yes seperti saya.

Cara menginstal XAMPP 7.1.1 - Gambar 1

Peringatan kedua akan muncul berkaitan dengan proteksi pada Windows berkenaan kontrol akun pengguna (User Account Control, UAC) sehingga kemungkinan akan ada pembatasan fungsi jika XAMPP diinstall pada folder C:\Program Files (x86). Karenanya, saya akan memindahkan instalasi XAMPP ke folder lain. Untuk melanjutkan klik tombol OK.

Cara menginstal XAMPP 7.1.1 - Gambar 2

Setelah Anda mengklik OK, maka jendela Setup akan muncul. Anda hanya tinggal mengklik NEXT saja.

Cara menginstal XAMPP 7.1.1 - Gambar 3

Berikutnya akan muncul jendela “Select Component” untuk memilih komponen apa saja yang akan Anda instal atau tidak akan Anda install. Anda dapat langsung klik Next jika bermaksud menggunakan semua komponen yang disediakan.

Cara menginstal XAMPP 7.1.1 - Gambar 4

Proses selanjutnya adalah menentukan folder dimana Anda akan menyimpan instalasi XAMMP. Mengingat saya sering buka partisi D, maka “Installation Folder” saya tetapkan di sana. Misalnya D:\xampp_7.1.1 untuk memudahkan Anda mengetahui versi berapa XAMPP yang Anda install. Untuk melanjutkan, klik Next.

Cara menginstal XAMPP 7.1.1 - Gambar 5

Jendela berikutnya adalah “Bitnami for XAMPP”. Ini adalah opsi yang ditawarkan Bitnami dalam menginstal Drupal, Joomla!, WordPress dan CMS open source populer lainnya.  Pada opsi ini, saya tidak memilihnya, sehingga tidak mencontreng “learn more about Bitnami for XAMPP” lalu meng-klik Next untuk memulai proses instalasi di komputer. Lalu klik Next lagi untuk penginstalan.

Cara menginstal XAMPP 7.1.1 - Gambar 6

Cara menginstal XAMPP 7.1.1 - Gambar 7

Proses cara menginstal XAMPP selesai dengan munculnya jendela “Completing the XAMPP Setup Wizard”. Pada jendela, XAMPP memberikan opsi apakah kita akan langsung menggunakan panel kontrol atau tidak. Jika iya, biarkan opsi “Do you want to start the Control Panel now?” dalam posisi tercentrang lalu klik Finish.

Cara menginstal XAMPP 7.1.1 - Gambar 8

Jendela berikutnya adalah pilihan bahasa. Saya memilih bahasa Inggris, lalu klik Save.

Cara menginstal XAMPP 7.1.1 - Gambar 9

XAMPP Panel Kontrol v3.2.2

Karena kita telah memilih opsi “Do you want to start the Control Panel now?” maka setelah pemilihan bahasa akan tampil jendela XAMPP Control Panel. Melalui jendela ini kita dapat mengontrol modul XAMPP apa saja yang akan atau sedang dijalankan. Pada gambar di bawah ini saya langsung test Apache dan MySQL dengan mengklik Start pada kedua modul yang ditandai dengan background warna hijau pada kedua modul. Anda dapat mengakses localhost Anda pada kedua modul, yakni Apache dan MySQL langsung melalui tombol Admin pada kedua modul.

Cara menginstal XAMPP 7.1.1 - Gambar 10

Demikian cara menginstal XAMPP 7.1.1 pada Windows 10. Semoga bermanfaat.

Strain ikan nila yang dibudidayakan di Indonesia

Strain ikan nila di Indonesia sudah mengalami penambahan. Hal ini seiring adanya kegiatan import dari beberapa negara dan giatnya kegiatan pemuliaan pada ikan nila di Indonesia. Sebelum memaparkan tentang jenis-jenis ikan nila unggulan, berikut disajikan beberapa jenis atau strain ikan nila yang ada di Indonesia. Sejauh ini, strain ini masih banyak dikembangkan oleh pembudidaya di berbagai daerah.

Informasi seputar strain ikan nila ini saya baca juga dari beberapa laman, sabagai hasil dari tulisan yang pernah saya muat di buku atau dalam bentuk artikel. Tulisan ini saya anggap untuk melengkapi informasi yang sudah ada.

Strain lokal (nila hitam) dari Taiwan, masuk ke Indonesia pada tahun 1969. Tidak cukup banyak informasi seputar sejarah ikan ini di Taiwan. Yang jelas, ikan nila hitam ini awalnya berasal dari perairan sungai Nil di Afrika.

Strain NIFI (nila merah), berasal dari Thailand dan masuk ke Indonesia sekitar tahun 1981.

Strain Filipina (nila merah), masuk ke Indonesia pada tahun 1981. Di Filipina, nila merah dianggap sebagai persilangan antara Tilapia hornorum dengan Tilapia mossambica (dikenal sebagai mujair dengan nama baru, Oreochromis mossambicus). Tahun 1998-a999 kami telah menghibrid ikan ini dengan nila GIFT G3 (kami sebut SPG, silang Philipina betina dan GIFT G3 jantan) dengan performa yang sangat bagus.

Strain ikan nila merah hibrida - SPG

Nila merah Taiwan. Di Taiwan, strain ini merupakan hibrida antara Oreochromis niloticus dengan Oreochromis aureus. Namun saya tidak mendaatkan informasi utuh tentang starin ikan nila ini. Oreochromis aureus bagi sebagian orang masih disebut sebagai nila aureus. Padahal nila (dari niloticus) maksudnya adalah Tilapia dari sungai Nil, sedangkan aureus adalah spesies yang berbeda walaupun masih satu genus. Karenanya saya menyebutnya sebagai blue tilapia atau tilapia aurea saja.

Strain ikan tilapia aurea | Oreochromis aureus

G3 (nila hitam), masuk tahun 1994 dari Filipina. Strain ini merupakan hasil seleksi famili (sumber gennya berasal dari delapan negara). G3 merupakan ikan nila strain GIFT (genetic improvement of farmed tilapia). Oleh karena merupakan generasi ke-3, sering kali ikan ini dikenal dengan G3.

Strain ikan nila hitam GIFT G3

Nila G6 (generasi ke-6 dari GIFT), didatangkan pada periode tahun 1996/1997. Saya dan rekan membawa ikan ini ke kantor dari lembaga penelitian di Depok tahun 1998. Secara umum, ikan nila jenis ini sedikit berbeda dengan nila GIFT G3 pada beberapa bagian tubuhnya.

Nila TG6, dihasilkan pada tahun 2000-an awal dan merupakan strain nila hibrida sebagai persilangan antara ikan nila Taiwan (nila hitam) dan nila G6. Saat itu stok nila Taiwan yang ada, hanya betinanya saja sehingga pola perkawinannya hanya melibatkan betiana saja sehingga saya sebut sebagai TG6. Ikan ini tidak disebarkan ke masyarakat dan digunakan sebagai salah satu sumber gen dalam program seleksi famili di kantor.

Nila Sultana, merupakan nila hasil seleksi yang dikembangkan di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi sejak tahun 2002 dan dirilis ke masyarakat tahun 2006. Sebelum rilis, kami menyebutnya sebagai nila Selfam.

Hibridisasi antara nila hitam Chitralada (Oreochromis niloticus) dengan Aureus (Oreochromis aureus). Teknik ini telah saya coba pada tahun 2003 dan menghasilkan turunan yang 85% jantan. Di Israel, strain ini mampu menghasilkan 100% jantan.

Nila merah Chitralada, berasal dari Thailand dan pertama masuk ke Indonesia sebagai “hadiah” untuk Kesultanan Ngayogyokarto sekitar tahun 2000. Saya bersama rekan membawa ikan nila ini dari Sleman tahun 2001 dan kemudian memperkenalkannya ke masyarakat sebagai nila merah Bangkok melalui buku karangan saya dan Pak Eko, Pembesaran nila merah Bangkok.

Strain ikan nila merah Bangkok

Strain Wanayasa merupakan nila hitam yang sumber gennya juga berasal dari nila GIFT dan GET (Genetically Enhanced of Tilapia). Strain ikan nila ini merupakan hasil seleksi famili yang dikenal sebagai strain Nirwana (nila ras Wanayasa). Saat ini ikan nila yang beredar di masyarakat adalah Nirwana 3.

Nila GESIT (GEnetically Supermale Indonesian Tilapia) yang berarti ikan nila tersebut secara genetis diarahkan menjadi jantan super. Ikan ini dihasilkan di BBPBAT Sukabumi, hasil kerja sama dengan IPB dan BPPT. Rintisannya sudah dimulai sejak 2001 dan di-release pada tahun 2007. Sumber gennya berasal dari nila GIFT G3. Rincian bagaimana menghasilkan nila GESIT telah saya muat di artikel Breeding program produksi ikan nila jantan supermale dan Produksi ikan nila jantan secara massal.

Nila BEST atau Bogor Enhanced Strain Tilapia merupakan nila hasil perbaikan genetik yang dilakukan oleh Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar Bogor dan dinyatakan lulus uji pada akhir tahun 2008. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi tahun 2016 tentang induk ikan pascarilis, saya dapat informasi bahwa ikan ini tidak lagi diproduksi di lembaga pemulianya sehingga ada kemungkinan ditarik dari peredaran.

Strain nila putih, muncul pada tahun 2000an berdasarkan laporan dari masyarakat Sleman. Awalnya, nila putih ini berasal dari Kabupaten Sleman, lalu kebetulan saya sendiri bersama rekan yang mendatangkan ke BBPBAT Sukabumi pada tahun 2001. Kemudian, strain ini diseleksi dan diperkaya dengan cara memasukkan gen warna dari nila merah albino (kami menyebutnya introgresi). Nila merah albino adalah hasil seleksi individu dari nila merah Filipina. Nila ini berpotensi bagus karena bila disilangkan dengan nila hitam, akan menghasilkan nila merah.

Strain ikan nila merah hasil introgresi

 

Disamping beberapa strain di atas, masih banyak lagi strain lainya di Indonesia. Ada nila Anjani, Larasati, Srikandi dan beberapa strain lain. Saya pernah mendapat pertanyaan, dari sekian strain ikan nila yang ada, strain apa yang direkomendasikan untuk menghasilkan benih benih berkualitas untuk pembesaran? Jawaban saya, untuk nila merah, gunakan yang hasil hibrid. Jika warna merahnya tidak dijadikan masalah seandainya banyak totol warna hitam, kombinasi induknya dapat menggunakan nila merah dan nila hitam. Anda dapat menggunakan nila merah Philipina dan nila hitam GIFT seandainya strain ini masih ada. Untuk nila hitan, gunakan nila hitam GESIT (GEnetically Supermale Indonesian Tilapia) dengan betina Sultana atau Nirwana atau jenis nila hitam lainnya.

Cara meningkatkan loading speed situs WordPress

Cara meningkatkan performa situs WordPress bagaimana ya caranya? Ini adalah pertanyaan awal saya untuk situs ini. Sebagai newbie, saya cuma kepikiran hal itu. Bagaimanapun sebagai pengelola situs, saya juga kudu mikirin pengunjung. Pengunjung situs-situs saat ini saya yakin sebagian besar menggunakan handphone. Berdasarkan analisis sederhana ini, maka beberapa hal pastinya saya perlukan. Tentang tampilan situs dalam hape yang Anda genggam, loading speednya, keamanan systemnya, indexingnya, dan banyak hal lainnya.

Loading speed yang lama, tentu akan menguras waktu pengunjung. Walaupun bagi sebagian orang itu tidak terlalu bermasalah, namun saya mewakili wong cilik yang sangat menghargai waktu tentu tidak merasa nyaman jika punya rumah maya tapi lelet.

Hal pertama yang saya lakukan adalah mencari tahu tool apa yang biasa diakai oleh mastah-mastah untuk mengetahui kecepatan loading suatu situs. Saya dapatnya Gtmetrix dan Web Pagetest, lalu saya coba dengan menggunakan keduanya. Wew pantesan leletkataku membenak, karena saat aku coba loading ke situs ini memang perlu waktu lumayan lama. Nilainya banyak yang D bahkan F. Seandainya saya mahasiswa yang lagi kuliah, sepertinya saya tidak akan lulus atau bahkan punya kesempatan untuk DO.

Pada halaman Gtmetrix saya disediakan informasi hasil test; tentang performance score dan page details. Berdasarkan informasi tersebut, saya kemudian belajar apa yang mesti dilakukan untuk memperbaiki nilainya. Saya kemudian mengerti bahwa yang saya perlukan adalah plugin. Ehmmm, plugin itu kalau ndak salah adalah sebuah atau seperangkat program aplikasi tambahan yang berisi fungsi script dalam bahasa PHP yang memberikan fitur-fitur atau layanan yang spesifik untuk meningkatkan fungsi dalam penggunaan blog engine WordPress. Informasi lebih lanjut tentang WordPress saya baca di WikiPedia.

Begitu kenal plugin, saya kemudian mencari plugin spa saja yang saya butuhkan untuk situs Aa Adi Sucipto ini. Namanya juga newbie, banyak plugin yang saya coba. Untuk satu tujuan saja semisal performa situs, kadang saya test beberapa plugin. Tapi belakangamn saya ketahui bahwa tidak perlu plugin banyak-banyak. Pakai saja yang terbukti banyak peminatnya dan kompatible atau sesuai dengan versi WordPress yang kita gunakan. Kompatible maksudnya bahwa plugin tersebut dapat bekerja sesuai fungsinya dan tidak menyebabkan kerusakan atau error pada situs.

Setelah saya putuskan menggunakan plugin apa saja yang dibutuhkan, lalu saya test lagi dengan Gtmetrix dan Web Pagetest. Hasilnya nampak seperti Gambar di bawah ini. Jika agan-agan punya pengalaman lain, kasih info ya. Semoga saya pun makin pinter seperti agan-agan.

Speedtest result on gtmetrix for Adi Sucipto
Speedtest result on gtmetrix for Adi Sucipto

Lalu, plugin apa saja yang bagus untuk digunakan dalam mengembangkan situs berbasis WordPress? Saya saat ini menggunakan 21 plugin. Banyak ya? He he. Insya Allah semoga bisa saya sharing di lain artikel ya gan. Selamat week end ya agan-agan  🙂

Pemijahan ikan nila di dalam akuarium

Pemijahan ikan nila di dalam akurium pertama kali saya lakukan tahun 1994, pada saat penelitian tetraploidisasi pada ikan nila. Tujuan utama kegiatan ini adalah mendapatkan telur yang baru dibuahi karena akan digunakan dalam penelitian. Namun alhamdulillah, dalam perkembangan salanjutnya dapat pula memijahkna ikan nila secara buatan yang telur dan spermanya diperoleh melalui pengalinan (stripping).

Pemijahan ikan nila di akuarium

Pemijahan ikan nila secara alami sebenarnya relatif mudah. Bahkan ada kesan, dibawa sambil tidur saja mijah. Tidak salah sih, karena memang yang memijah ya ikan nilanya bukan? Beberapa penjelasan sederhana tentang pemijahan ikan nila akan saya coba jelaskan pada paragraf berikutnya.

Ikan nila memijah pada siang hari. Ini kaidah umum yang saya temukan selama mengamati pemijahan mereka. Namun demikian, mereka dapat pula diarahkan agar memijah pada malam hari (sampai isya yang saya ketahui dalam pengamatan selama setahun). Syaratnya, memainkan pencahayaan. Jadi, kondisi gelap-terang dapat mempengaruhi pola pemijahan mereka. Tidak aneh jika kemudian banyak penelitian yang berkaitan dengan menggunakan perlakuan gelap-terang ini.

Ikan nila jantan lebih cepat siap untuk memijah dibandingkan dengan betinanya. Bahkan rematurasi jantan juga lebih cepat dibandingkan nila betina pada ukuran dan umur yang sama. Sebagai contoh, ikan nila jantan ukuran sekitar 200 gram akan siap memijah kembali pada hari ke empat. Sedangkan ikan nila betina pada ukuran tersebut baru siap memijah kembali pada hari ke sebelas. Artinya recovery gonad jantan perlu waktu 3 hari, sedangkan betina 10 hari.

Ikan nila betina selama pemijahan dapat mengeluarkan telurnya sekitar 5-9 kali. Ini hitungan umum saja dari sekitar belasan kali saya amati. Lama pemijahan mereka sebenarnya tidak lama, yakni 9 – 15 menit hingga. Namun yang lama adalah masa penyesuaian dan kecocokan, alias masa percumbuan keduanya. Ini akan perlu waktu sekitar 4-5 jam. Selama percumbuan tersebut, baik nila jantan maupun betina akan secara bergantian membersihkan area tempat mereka memijah. Ini adalah spawning behavior mereka. Oleh karenanya, maka tak asing bagi kita bahwa di kolam tanah akan kita jumpai kubangan bekas mereka membuat sarang. Bahkan tingkah laku membersihkan dasar wadah pemijahnnya pun tetap terjadi walaupun wadahnya terbuat dari akuarium, bak ataupun hapa.

Jika akan memijahkan nila di dalam akuarium, perlu diketahui bahwa tidak setiap induk jantan yang kita pasangkan akan cocok dengan betinanya. Ketidakcocokan dapat disebabkan oleh level TKG yang berbeda. Jika jantan telah siap, maka dalam hitungan menit akan mengejar dan mencumbui betina. Jika betinanya belum siap, maka yang akan terjadi adalah pertengkaran. Jika hal seperti itu terjadi, maka pisahkan segera agar tidak menyebabkan luka pada keduanya. Pada pemijahan alami di kolam pun kejadian induk mati juga sangat mungkin untuk terjadi. Salah satunya karena ketidakcocokan selama pemijahan dan pertengkaran.

Sebenarnya, masih banyak hal yang dapat disampaikan berkenaan dengan pemijahan ikan nila. Namun demikian, saya cukupkan sekian ya. Untuk pembenihan ikan nila sudah sempat saya muat di artikel sebelumnya.  Terima kasih dan jangan lupa disimak videonya.

Membuat preparat nukleolus pada ikan

Membuat preparat nukleolus atau anak inti seringkali diperlukan untuk mengetahui ploidi (set kromosom) ikan, dan dengan teknik ini dapat pula dimanfaatkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan polipliodisasi. Beberapa prosedur pasti sudah banyak tentang hal ini. Prosedur ini telah saya cobakan untuk beberapa ikan (mas, nila, patin, gurame, lele, sidat).

Alat-alat yang digunakan antara lain: hot plate–memanaskan gelas objek, gunting bedah–memotong jaringan tubuh ikan uji, pinset–alat bantu dalam mengambil jaringan, pipet tetes–alat bentu dalam pembuatan preparat, stopwatch–penera waktu, Gelas objek cekung–tempat pembuatan suspensi sel, gelas objek datar–tempat penempelan sel, termometer–penera suhu, staining box–tempat pewarnaan, gelas ukur–penera volume bahan cair, tusuk gigi–alat bantu meratakan pewarnaan, dan mikroskop–alat bantu pengamatan nukleolus. Sedangkan bahan-bahan yang diperlukan adalah: asam asetat glasial–bahan penyusun Carnoy, etanol–bahan penyusun Carnoy, asam formiat–bahan dalam pewarnaan, AgNO3–bahan dalam pewarnaan, gliserin–bahan dalam pewarnaan, gelatin–bahan dalam pewarnaan, kertas tissue–menyerap kelebihan fiksatif dan air pada jaringan, dan benih ikan nila–ikan uji.

Membuat preparat nukleolus

Membuat preparat nukleolus dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

  1. Memotong sirip ekor ikan sampel sekitar 5×5 mm2.
  2. Membuang kelebihan air pada sirip hasil pemotongan dengan cara menempelkannya pada kertas tissue.
  3. Memfiksasi sirip dalam larutan Carnoy (campuran etanol absolut dengan asam asetat glacial dengan perbandingan 3:1 (v/v)) sebanyak 2 kali masing-masing selama 30 menit.
  4. Proses bisa ditunda atau dilanjutkan. Penundaan proses dilakukan dengan menyimpan jaringan dalam refrigerator bersuhu 4 oC.
  5. Jika dilanjutkan, sisa larutan fiksatif dibuang dengan meletakkannya di atas kertas ’tissue’.
  6. Meletakkan jaringan ke dalam gelas objek cekung.
  7. Memasukkan 3-4 tetes asam asetat 50% ke dalam gelas objek cekung.
  8. Mencacah jaringan secara perlahan-lahan sihingga terbentuk suspensi .
  9. Menghangatkan gelas objek bersih di atas hot plate bersuhu 45-50 oC.
  10. Menyedot suspensi sel dengan pipet tetes dan meneteskannya pada objek gelas hangat. Sesegera mungkin sedot kembali setelah terbentuk ring berdiameter sekitar 1,5 cm.
  11. Mewarnai preparat dengan 2 tetes larutan A (larutan hasil pencampuran 10 g AgNO3 dengan 20 ml akuades) dan 1 tetes larutan B (larutan hasil pencampuran 2 g gelatin + 50 ml akuades hangat dengan 2-4 tetes asam formiat untuk setiap 10 ml larutan). Kedua larutan disebarkan ke seluruh permukaan gelas objek dengan menggunakan tusuk gigi.
  12. menempatkan preparat ke dalam kotak pewarnaan yang suhunya dipertahankan 40-45 oC selama sekitar 20 menit atau sampai berwarna kuning kecoklatan.
  13. Membilas preparat dengan air bersih untuk kemudian ditiriskan hingga kering udara.
  14. Mengamati preparat dengan bantuan mikroskop, pembesaran 100, 200, 400 dan 1000 kali.

Contoh nukleolus tertera pada Gambar di bawah ini untuk ikan nila. Nukleolus pada ikan nila diploid berkisar antara 1 – 4 buah setiap inti sel. Kisaran tersebut bergantung pada aktifitasnya sehingga dapat diwarnai menggunakan perak nitrat, AgNO3. Demikian cerita tentang membuat preparat nukleolus. Artikel lainnya tentang membuat preparat kromosom ikan juga sudah dimuat di situs ini.

Nukleolus ikan nila diploid