Breeding program produksi ikan nila jantan supermale atau nila YY ini adalah cikal bakal nila Gesit (Genetically Supermale Indonesian Tilapia). Presentasinya untuk pertama kali saya sampaikan tahun 2004 di BBAT Mandiangin sebagai hasil pemuliaan sejak 2001 (di IPB Bogor) dan dilanjutkan di BBPBAT Sukabumi sejak Juni tahun 2002. Ikan nila jantan YY dilepas secara luas ke masyarakat Indonesia pada tahun 2007. Gambaran tentang bagaimana menghasilkan ikan nila semua jantan atau dominan jantan melalui breeding program ini, merupakan penyederhanaan dari yang seharusnya.

Pengembangan Budidaya nila di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1969. Namun demikian budidaya secara intensif mulai berkembang tahun 1990-an yang berkaitan dengan maraknya budidaya nila di Keramba Jaring Apung. Pengkajian teknologi budidaya ikan nila dalam mendukung intensifikasi pembudidayaan diarahkan untuk meningkatkan efisiens produksi, dalam rangka meningkatkan daya saing harga. Beberapa upaya yang berkaitan dengan pengkajian teknologi antara lain pengkajian teknik pembenihan, yang meliputi; kontruksi kolam pemijahan, teknik pengelolaan induk dalam pemijahan (jumlah induk minimal yang dipijahkan dalam rangka menghambat laju silang dalam), teknik produksi benih tunggal kelamin jantan dan benih steril (melalui hormonisasi, YY-supermale, hibridisasi dan triploidisasi) (Don and Avtalion, 1988; Myers dalam Kohler, 2000). Sedangkan pengkajian teknik pembesaran diarahkan untuk menghasilkan ikan konsumsi yang memenuhi persyaratan ukuran permintaan ekspor (ukuran ikan minimal 500 gram per ekor) antara lain melalui kajian penggunaan benih tunggal kelamin. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mair et al. (1991) bahwa salah satu cara dalam menanggulangi hal tersebut adalah dengan penerapan sistem pembesaran ikan tunggal kelamin jantan.

Metoda dalam produksi benih tunggal kelamin dapat melalui pemberian hormon, manipulasi gen dan manipulasi lingkungan. Di Philipina, produksi benih tunggal kelamin telah berkembang secara komersial terutama dengan metoda hormonal (Guerrero dalam Pullin et al. 1988). Di BBAT Sukabumi, produksi benih tunggal kelamin jantan ditempuh dengan beberapa langkah antara lain penghormonan jantan secara langsung baik oral maupun dipping, secara tidak langsung dengan pembetinaan dan hibridisasi.

Berkas pdf untuk artikel ini saya pindahkan ke Indoaqua.

Breeding program produksi ikan nila jantan supermale
Tagged on:             

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.