Hobby seseorang dengan orang lain bisa jadi sama, atau ada kesamaan; namun bisa jadi beda atau sedikit berbeda. Kalau hobby sama, artinya apa yang disenanginya dalam kehidupan ini sama semua. Kalau ada kesamaan, artinya ada minimal satu hobby yang sama. Kalau hobby berbeda, maka tidak ada satupun hobby yang sama, demikian seterusnya  🙂  😛  😆

Malam ini saya coba renungi sejenak, apa ya sebenarnya hobby diriku ini? Kalau hobby hanya sekedar kesukaan tanpa makna dan hasil, ya banyak lah. Namun kalau yang dimaksud dengan hobby itu ada nuansa lain yang lebih dari sekedar kesenangan, ya tidak banyak. Diantara hobby saya, 1) jualan, 2) nulis -termasuk script, 3) baca, 4) produksi dan 5) analisis.

Jualan, hobby yang menyenangkan

Jualan seingat saya sudah lama sih. Saat masih SMP dulu saya masih ingat pernah bikin layangan sendiri lalu saya jual ke temen-temen sepermainan. Namanya juga jaman dulu, ya harganya masih murah lah. Tapi lama setelah itu, kesenangan dalam jualan “kambuh” saat kuliah semester 3 dan istirahat lagi karena harus konsentrasi penelitian skripsi. Saking asiknya atau apalah namanya, penelitian untuk skripsi ini perlu waktu 2,5 tahun alias 5 semester tersendiri. Aku emang gitu orangnya. Hahaha. Pokoknya kalau belum dapet tuh apa yang dituju, ya kejar terus. Kali aja saking asik ngejar apa yang dituju dalam penelitian untuk skripsi, sampe-sampe 2 penelitian tak jabanin. Emang sih, kalau dipikir lagi untuk apa coba penelitian untuk S1 harus dapet 2 skripsi? Hehehe. Namanya juga lagi kesemsem alias seneng.

Penelitian pertama (nah ini ngabisin waktu 2 tahun alias 4 semester) adalah tentang tetraploidisasi pada ikan nila. Beragam model telah dicoba; mulai dari suhu kejutan (karena pake heat shock), lama kejutan, waktu awal pemberian kejutan, dan suhu inkubasi telur sebelum diberi kejutan. Termasuk dalam hal ini saya habiskan waktu khusus untuk belajar kepada ikan nila bagaimana mereka memijah, kapan memijah, apa tanda-tandanya akan memijah, bagaimana mereka mau memijah dengan pasangan yang kita sediakan, berapa lama memijah, berapa jumlah telur yang dihasilkan per berat tubuhnya, oogenesis, spermatogenesis, organogenesis. Untuk belajar kepada nila, saya baru selesaikan dalam 1 bulan khusus. Duduk di dekat akuarium dimana mereka saya pelihara, lalu saya layani makanannya, siphon tiap hari, lalu mengamati spawning behavior-nya. Saking asiknya nulis, cerita tentang jualan malah lari ke masalah penelitian ya. Ya begitulah, namanya juga cerita. Apa yang ada di benak, ya saya tulis. Gambar di bawah ini adalah tentang kromosom tetraploid sebagai hasil dari kegiatan tetraploidisasi pada ikan nila. Pewarnaannya pake perak nitrat (AgNO3). Kalau sampeyan perhatikan, ada 7 buah titik hitam di dalam beberapa kromosom sebagai penanda bahwa bahwa ada aktifitas NOR (nucleolar organizer region). Ikan nila diploid, hanya punya maksimal 4 buah, sedang ikan nila tetraploid maksimal punya 8 buah.

Hobby jualan sampe hampir lupa penelitian

Berapa banyak jumlah kromosom ikan nila? Iya betul, 44 buah, dengan 2 buah kromosom penanda; yakni kromosom metasentrik berukuran paling besar. Nah, ikan tetraplid, memiliki jumlah kromosom 88 buah. Pertanyaannya, kalau sudah dapat ikan nila tetraploid, kenapa harus penelitian untuk skripsi lagi? Jawabannya, belum puas. Iya, saya belum puas kalau hanya sekedar menghasilkan 1 ekor ikan nila tetrapoid. Namun karena waktunya dah makin mepet sebelum disebut mahasiswa kadal alias kadaluarsa, maka ya penelitian lagi. Judulnya karyotipe ikan nila. Setidaknya, artikel tentang kromosom dan karyotipe ini dapat memberi sedikit hiburan untuk Anda baca.

Ceritanya masih panjang; cuma saya kembalikan lagi ke tentang hobby saya dalam jualan. Sebelum saya penelitian, sebenarnya bukan tanpa masalah. Saking senengnya jualan, salah seorang guru pembimbing sepat menegur saya; apakah saya mau penelitian atau mau jualan saja? Terus terang saya merasa berdosa. Namun singkat cerita, ya akhirnya saya putuskan untuk penelitian. Terima kasih saya untuk Almarhum Prof. Komar Sumantadinata yang telah mengingatkan saya agar cepat penelitian waktu itu. Dan kepada Dr. Odang Carman yang dengan sabar membimbing penelitian untuk skripsi saya.

Bagaimana hobby lainnya? Semoga hobby lainnya dapat saya tuliskan di edisi mendatang. Intinya, jualan itu sebenarnya melayani. Dengan jualan, saya dapat melayani banyak orang. Bagaimana saat ini? Ya, tetap jualan sih. Saya jualan benih dan calon induk ikan dari kantor (Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi) dengan harga yang ditetapkan kantor. Pokoknya berusaha untuk tetap dapat melayani orang lain. Semoga, orang-orang yang sudah saya layani merasa puas. Aamiin

Hobby, katagori baru di blog Adi Sucipto
Tagged on:     

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.