Akuakultur

Lele tahan bakteri Aeromonas melalui seleksi berbasis marka

Ikan lele
Ikan lele

Lele tahan bakteri Aeromonas hydrophila dapat dihasilkan melalui kajian berbasis marka MHC. Kegiatannya telah diinisasi oleh kawan saya untuk riset program Doktornya, dan kemudian kami sepakat untuk melanjutkannya agar dapat tersebar ke masyarakat.

Relatif tidak mudah memang, mengkaji, diskusi, mencari primer yang cocok sebagai penanda gen tahan bakteri ini. Namun Allah telah mempermudah jalan itu, walau biayanya juga tidak terlalu kecil. Maklum lagi sekolah, kata kawan saya yang lagi S3. Ada dua populasi ikan lele yang tahan bakteri Aeromonas hydrophyla yang diuji tantang melalui penyuntikan. Dan kajian berikutnya adalah uji tantang lagi dengan bakteri pada turunannya. Semoga datanya makin menambah keyakinan kami untuk kemudian melepaskan (release) produknya kepada pembudidaya.

Agar ikan lele tahan Aeromonas tersebut lebih bermanfaat, maka kami sepakati untuk memproduksi kelas GPS atau grand parent stock. Untuk mencetak induk GPS tersebut, saya merencanakan untuk menggunakan metode yang saya kembangkan sendiri. Secara sederhana, metode ini adalah level 4 dari 4 level pemijahan berdasarkan breeding value yang saya buat. Inilah level puncak (menurut saya) saat ini. Dengan menerapkan level 4 ini, saya berharap bahwa nilai pemijahannya adalah yang paling tinggi.

Ukuran yang akan didistribusikan sekitar 3-5 dan 5-7 cm dengan harga sekitar Rp 3000/ekor untuk ukuran 5-7 cm. Harga tersebut berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia. Dan kami sepakati bahwa Anda yan ada di daerah dapat menambil manfaat melalui margin sebesar Rp 250 – 500 per ekor dari setiap ekor yang Anda beli dari kami dan kemudian akan Anda jual lagi ke orang lain. Artinya, harga prangko tempat kami masing-masing pak Adi? Bukan bray, tapi harga prangko hatchery saya. Harga Rp 3000/ekor itu adalah harga ikan sampai tempat sampeyan, namun belum termasuk ongkos kirim.

Produksi untuk skala massal pada ikan ini masih dalam perekayasaan di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi. Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama, dapat dilepas penggunaannya kepada masyarakat luas.

Show More

Adi Sucipto

Owner of this ordinary site, author, fish engineer, founder of Global Indoaqua, and developer of android app

Related Articles

Back to top button