Membuat preparat nukleolus atau anak inti seringkali diperlukan untuk mengetahui ploidi (set kromosom) ikan, dan dengan teknik ini dapat pula dimanfaatkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan polipliodisasi. Beberapa prosedur pasti sudah banyak tentang hal ini. Prosedur ini telah saya cobakan untuk beberapa ikan (mas, nila, patin, gurame, lele, sidat).

Alat-alat yang digunakan antara lain: hot plate–memanaskan gelas objek, gunting bedah–memotong jaringan tubuh ikan uji, pinset–alat bantu dalam mengambil jaringan, pipet tetes–alat bentu dalam pembuatan preparat, stopwatch–penera waktu, Gelas objek cekung–tempat pembuatan suspensi sel, gelas objek datar–tempat penempelan sel, termometer–penera suhu, staining box–tempat pewarnaan, gelas ukur–penera volume bahan cair, tusuk gigi–alat bantu meratakan pewarnaan, dan mikroskop–alat bantu pengamatan nukleolus. Sedangkan bahan-bahan yang diperlukan adalah: asam asetat glasial–bahan penyusun Carnoy, etanol–bahan penyusun Carnoy, asam formiat–bahan dalam pewarnaan, AgNO3–bahan dalam pewarnaan, gliserin–bahan dalam pewarnaan, gelatin–bahan dalam pewarnaan, kertas tissue–menyerap kelebihan fiksatif dan air pada jaringan, dan benih ikan nila–ikan uji.

Membuat preparat nukleolus

Membuat preparat nukleolus dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

  1. Memotong sirip ekor ikan sampel sekitar 5×5 mm2.
  2. Membuang kelebihan air pada sirip hasil pemotongan dengan cara menempelkannya pada kertas tissue.
  3. Memfiksasi sirip dalam larutan Carnoy (campuran etanol absolut dengan asam asetat glacial dengan perbandingan 3:1 (v/v)) sebanyak 2 kali masing-masing selama 30 menit.
  4. Proses bisa ditunda atau dilanjutkan. Penundaan proses dilakukan dengan menyimpan jaringan dalam refrigerator bersuhu 4 oC.
  5. Jika dilanjutkan, sisa larutan fiksatif dibuang dengan meletakkannya di atas kertas ’tissue’.
  6. Meletakkan jaringan ke dalam gelas objek cekung.
  7. Memasukkan 3-4 tetes asam asetat 50% ke dalam gelas objek cekung.
  8. Mencacah jaringan secara perlahan-lahan sihingga terbentuk suspensi .
  9. Menghangatkan gelas objek bersih di atas hot plate bersuhu 45-50 oC.
  10. Menyedot suspensi sel dengan pipet tetes dan meneteskannya pada objek gelas hangat. Sesegera mungkin sedot kembali setelah terbentuk ring berdiameter sekitar 1,5 cm.
  11. Mewarnai preparat dengan 2 tetes larutan A (larutan hasil pencampuran 10 g AgNO3 dengan 20 ml akuades) dan 1 tetes larutan B (larutan hasil pencampuran 2 g gelatin + 50 ml akuades hangat dengan 2-4 tetes asam formiat untuk setiap 10 ml larutan). Kedua larutan disebarkan ke seluruh permukaan gelas objek dengan menggunakan tusuk gigi.
  12. menempatkan preparat ke dalam kotak pewarnaan yang suhunya dipertahankan 40-45 oC selama sekitar 20 menit atau sampai berwarna kuning kecoklatan.
  13. Membilas preparat dengan air bersih untuk kemudian ditiriskan hingga kering udara.
  14. Mengamati preparat dengan bantuan mikroskop, pembesaran 100, 200, 400 dan 1000 kali.

Contoh nukleolus tertera pada Gambar di bawah ini untuk ikan nila. Nukleolus pada ikan nila diploid berkisar antara 1 – 4 buah setiap inti sel. Kisaran tersebut bergantung pada aktifitasnya sehingga dapat diwarnai menggunakan perak nitrat, AgNO3. Demikian cerita tentang membuat preparat nukleolus. Artikel lainnya tentang membuat preparat kromosom ikan juga sudah dimuat di situs ini.

Nukleolus ikan nila diploid

Membuat preparat nukleolus pada ikan
Tagged on:         

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.