AkuakulturTech

Pendederan ikan nila sistem bioflok 651

Pengantar pendederan ikan nila sistem bioflok

Kawan-kawan sekalian para pembudidaya dimanapun anda berada. Sedang beraktivitas apapun Anda saat ini, semoga hari-hari kita senantiasa dalam keberkahan dan aktivitas Anda sukses semua. Dan saya mulai kesempatan kali ini ingin menyapa Anda semua sebagai akuakulturis. Jadi akuakulturis itu, sapaan saya dan seterusnya. Karena Anda adalah ujung tombak dari kegiatan budidaya ikan, baik itu di Indonesia, di Malaysia, maupun di negara-negara yang lain. Nah kawan-kawan sekalian para akuakulturis, pada kesempatan kali ini saya ingin sampaikan kegiatan pada pendederan ikan nila merah dengan teknologi bioflok. Semoga bermanfaat dan selamat menyaksikan.

Rekan-rekan sekalian, bak tersebut (mengacu pada video di bawah ini) adalah salah satu contoh dari penerapan teknologi bioflok dalam pendederan menggunakan metode pertama.

Perbedaan metode 1 dan kedua dalam bioflok 651

Metode pertama dibandingkan dengan kedua, kalau metode pertama media disiapkan selama tujuh hari dengan dosis media seperti halnya pembesaran. Dan setelah 7 hari, benih dari luar dapat kita masukkan ke dalam bak ini. Sedangkan metode kedua, benih dimasukkan ke dalam bak yang airnya sudah dimasukkan, sudah siap, sudah diaerasi. Penyiapan medianya dengan menggunakan kapur, garam, kemudian molase atau gula dan probiotik itu dilakukan setelah ikannya ada di dalam bak. Nah, apa bedanya antara metode kedua dengan metode pertama tadi? Di bak ini karena menggunakan metode pertama, kita ingin cek berapa sebenarnya capaian volume biofloknya setelah dipelihara dengan waktu yang sama, yakni 45 hari.

Dapat saya gambarkan sekilas bahwa volume bioflok nila dengan metode pertama ini, gambarannya bahwa volume biofloknya tidak sebanyak dibandingkan dengan metode kedua. Dan sambil menunggu terendapnya bioflok ini, mari kita tunggu hingga 15-20 menit. Setelah 20 menit diendapkan, kita dapat volume bioflok dengan metode pertama pada pendederan ikan nila ini sebanyak 15 mililiter/L air sampel. Sedangkan dengan metode kedua di video lain sudah dicapai 30 mililiter/L. Jadi perkembangan terbentuknya bioflok sampai level yang optimal itu lebih bagus dengan metode kedua. Kenapa bisa berbeda?

Kalau dengan metode kedua; pada saat ikan sudah ada di dalam, sedangkan metode satu, medianya disiapkan dengan metode bioflok sementara benihnya belum masuk. Bahwa dengan metode satu, benih langsung memanfaatkan flok yang terbentuk selama pemeliharaan sampai ke waktu 45 hari ini. Sementara dengan metode kedua; bahwa konsorsium itu sudah banyak ada di dalam bak, sementara benih hanya memanfaatkan sedikit dari volume flok. Sementara floknya sendiri itu terus berkembang, terus berkembang. Sehingga perkembangan dari konsorsium bioflok tadi itu lebih cepat dibandingkan dengan metode pertama. Dan ini juga berlaku pada fase pendederan berikutnya termasuk di fase pembesaran. Oleh karena itu, kalau dibandingkan antara metode satu dan metode kedua, kalau saya lebih menyarankan kepada Anda untuk menggunakan metode kedua. Jadi benih sudah masuk, kemudian baru kita preparasi medianya dengan teknologi bioflok ini. Demikian semoga bermanfaat.

Pertanyaan seputar pendederan ikan nila sistem bioflok

Barangkali Anda juga yang bertanya berapa pada tebar di pendederan 1, pendederan 2 dan pendederan 3 sistem bioflok ini untuk ikan nila. Jika Anda menggunakan segmentasi P1, P2, P3 atau pendederan 1, pendederan 2, dan pendederan 3, maka di masing-masing pendederan tersebut padat tebarnya adalah 2000, 1000 dan 500. Jadi padat tebar di pendederan 1 itu 2000 selama nanti dipelihara 30 hari. Kemudian dilanjutkan kependederan 2 setelah dipanen terlebih dahulu dan di pendederan 2 itu juga 30 hari, ukurannya juga sudah berubah dan nanti dilanjut ke pendederan 3 setelah melalui fase atau tahapan panen. Saya sudah jelaskan ini, melalui video tentang KMS atau kartu menuju sehat pada ikan nila khususnya pendederan.

Demikian kawan-kawan akuakulturis sekalian. Semoga informasi ini bermanfaat.

Show More

Adi Sucipto

Owner of this ordinary site, author, fish engineer, founder of Global Indoaqua, and developer of android app

Related Articles

Back to top button