Perikanan dan akuakultur dunia tahun 2020

P

Perikanan dan akuakultur dunia tahun 2020 ini sempet saya ikuti web-seminarnya meski sempet hampir lupa juga mengingat perbedaan waktu sekitar 5 jam dengan waktu setempat. Alhamdulillah panitia melalui sistem notifikasinya mengingatkan jadwalnya begitu hape saya buka. Jadi, Launch of The State of Fisheries and Aquaculture in the World (SOFIA) itu diadakan sekitar dua jam yang lalu, tepatnya tanggal 8 Juni 2020 pukul 01:00 siang waktu Amsterdam, Berlin, Rome, Stockholm, Vienna.

Informasi yang rutin diberikan oleh FAO ini menurut saya begitu penting untuk disimak. Tentu untuk kepentingan kita dan melihat bagaimana kondisi perikanan dan akuakuktur dunia dari tahun ke tahun. Bagaimanapun, tingkat konsumsi manusia terhadap ikan dan produk perikanan tidak menunjukkan gejala penurunan. Bahkan perikanan dan akuakultur seperti maklum kita lihat di tanah air kita juga turut berperan penting dalam hal penyediaan lapangan kerja. Sektor perikanan dan akuakultur berkembang secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir dengan total produksi, perdagangan dan konsumsi mencapai rekor sepanjang masa pada tahun 2018.

Dan penting kita tahu bahwa sejak awal 1990-an, sebagian besar pertumbuhan produksi dari sektor ini secara keseluruhan berasal dari akuakultur, sementara produksi perikanan tangkap relatif stabil, dengan beberapa pertumbuhan pada sebenarnya berasal dari penangkapan di daratan. Sebagai gambaran, kenaikan produksi perikanan tangkap secara global dari tahun 1990 hingga 2018 bertumbuh hanya 14%, dalam produksi akuakultur dunia dari 1990 hingga 2018 bertumbuh hingga 527%. Tingkat konsumsi ikan dari tahun 1990 hingga 2018 juga bertumbuh hingga 122%.

Kegiatan pengembangan akuakultur yang berkelanjutan dan manajemen perikanan yang efektif tentu saja sangat penting untuk mempertahankan trend ini. Jika dikelola dengan baik, tentunya akan efektif juga dalam menjaga kenaikan produksi atau minimal menjaga kesimbangan stok yang tersedia. Di tempat-tempat di mana pengelolaan perikanannya tidak ada atau tidak efektif, status stok ikan dalam kondisi buruk.

Masih banyak yang harus dilakukan untuk memastikan perikanan dan akuakultur di seluruh dunia dikelola secara berkelanjutan. Kegagalan untuk menerapkan langkah-langkah yang memadai mengancam kontribusi sektor ini untuk ketahanan pangan dan mata pencaharian.

Dalam dua dekade terakhir, produksi akuakultur dunia didominasi oleh Asia dengan pangsa hingga 89 persen. Di antara negara-negara penghasil utamanya adalah Cina, India, Indonesia, Vietnam, Bangladesh, Mesir, Norwegia, dan Chili. Sebagai penutup , beberapa link berikut dapat Anda kunjungi dan download informasinya, pertama interactive story of the state of fisheries and aquaculture 2020, kedua berkas berekstensi pdf dari perikanan dan akuakultur dunia 2020, ketiga dalam bentuk booklet, keempat berupa summary of the Impacts of COVID-19 pandemic on Fisheries and Aquaculture Sector dan kelima voluntary guidelines for securing sustainable small-scale fisheries. Semoga bermanfaat.

About the author

Adi Sucipto

Owner of this ordinary site, author, fish engineer, founder of Global Indoaqua, and developer of android app

By Adi Sucipto