اللهم انا نسألك سلامة في الدين و عافية في الجسد و زيادة في العمل و بركة في الرزق, وتوبة قبل الموت و رحمة عند الموت و مغفرة بعد الموت و العفو عند الحساب و السلامة من كل اثم و الغنيمة من كل بر و الفوز بالجنة و النجاة من النار, اللهم أحسن عاقبتنا في الأمور كلها و أجرنا من خزي الدنيا و عذاب الآخرة

Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berpesan kepada malaikat Jibril. “Hai Jibril, jika kekasih-Ku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Pesan Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam Sebelum Wafat

Di rumah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah wahai anakku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah. Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.

Malaikat maut pun datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah SWT dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasululllah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata malaikat Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” tanya malaikat Jibril lagi. “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”

“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar bahwa Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya” kata malaikat Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya malaikat Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah SAW mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya.

“Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)”. Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang mulai kebiruan.

“Ummatii, ummatii, ummatiii! (Umatku, umatku, umatku)”. Dan, berakhirlah hidup manusia yang paling mulia yang memberi sinaran itu.

Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa’alaihi wasahbihi wasallim. Ya Allah, Berikanlah untuk Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam derajat dan keutamaan. Dan tempatkanlah ia di tempat terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan.

Betapa mendalam cinta Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada kita ummatnya, bahkan di akhir kehidupannya hanya kita yang ada dalam fikirannya. Sakitnya sakaratul maut itu, tetapi sedikit sekali kita mengingatnya bahkan untuk sekedar menyebut namanya.

Pesan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebelum wafat
Tagged on:     

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.