Siapakah Habib Rizieq?

Tak kenal maka tak sayang. Begitulah kalimat yang biasa kita dengar atau ucapkan. Pun begitu, kalimat ini mengawali pencarian saya tentang sosok Beliau. Awalnya saya bermaksud reshare updare status seorang kawan, namun karena belum mendapatkan restu, jadi saya coba telusuri dari beberapa media online. Menariknya, bahkan ada situs online yang diblokir, karena memuat biografi Beliau. Sharing seputar informasi tentang Beliau (walaupun pasti tidak semua tentangnya) adalah agar saya makin mengenal Beliau dengan semestinya.

Saya –mungkin juga- mengenal Beliau sebagai seorang álim Indonesia yang memiliki jutaan pengikut. Seorang tokoh Islam Indonesia yang dikenal sebagai pemimpin atau Imam Besar organisasi Front Pembela Islam. Coba kita simak sampai FPI sebentar ya. Front bermakna barisan atau lini depan. Dalam suatu aktivitas, front berarti kesatuan atau barisan yang berada di garda depan. Tak perlu kamuslah untuk memberi pengertian yang begini. Kita cukup memaknainya berdasarkan realita keseharian. Pembela, secara sederhana bermakna sesuatu yang melakukan aktivitas bela (kata dasar bela). Karena aktivitasnya melakukan bela, maka tentu diperlukan konsep, perangkat, dan apapun yang dimaksudkan untuk menunjang aktivitasnya. Lalu apa yang dibela? Islam; bukan yang lain. Islam adalah suatu tatanan hidup dan berkehidupan yang didasarkan pada Al Qur an dan Sunnah Nabi Muhammad Shollallahu Älaihi Wa sallam. Rukunnya ada lima, yakni Syahadatain hingga menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Kok Islam dibela? Begitu sering kalimat pertanyaan ini saya baca-dengar. Apakah Anda sudah menemukan jawabannya berdasarkan apa makna Islam yang saya tuliskan pada lima kalimat sebelumnya? Semoga. Tak perlu risau dengan definisi yang saya tulis itu. Karena Islam bukan hanya sekedar konsep atau konsepsi. Tatanan tersebut sifatnya aplikatif; dan dilengkapi pula dengan panduan dan contoh.

Baiklah kita lanjutkan. Beliau lahir di Jakarta, 24 Agustus1965 dan kita mengenalnya sebagai seorang mujahid tangguh, seorang orator ulung dan seorang singa podium ketika di atas panggung. Beliau mampu membangkitkan ruhul jihad di depan banyak orang. Beliau berani mengatakan yang haq itu haq dan yang bathil itu bathil walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Setiap pengajian atau atau tabligh akbar yang dimana beliau menjadi penceramahnya suka dihadiri oleh ribuan bahkan ratusan ribu orang. Beliau adalah Dr. Al Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Syihab, Lc. MA.DPMSS. Rumah beliau terletak di Jl. Petamburan III No. 83, Tanah Abang Jakarta Pusat. Walau pun kini Beliau pindah ke Markaz Syariah di Megamendung Bogor Jawa Barat (dari beberapa sumber).

Dalam pencarian saya yang lain, Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab adalah benar keturunan dari Rasulullah Shallallhu Álaihi Wasallam, dan beliau pun pernah mengeluarkan pernyataan tentang silsilah dan keturunan:

“Garis keturunan bukan untuk tujuan pamer. Jika itu adalah tujuan, maka harus merupakan kesombongan, dan itu adalah dosa,”

Nasabnya hingga ke Rasulullah Shallallahu Álaihi Wasallam

Nasab Habib Muhammad Rizieq Syihab bin Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Syeikh bin Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad Syihabuddin Al-Asghar bin Abdurrahman Al-Qadhi bin Ahmad Syihabuddin Al-Akbar bin Abdurrahman bin Syeikh Ali bin Abu Bakar As-Sakran bin Abdurrahman As-Segaf …bin Muhammad Maulad Daawilah bin Ali bin Alwi Ibnul Faqih bin Muhammad Al-Faqihil Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib Murbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Djamaluddin bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra binta Rasulullah Muhammad Shallallahu Älaihi Wasallam. (dari beberapa sumber)

Nasab Istrinya

Nasab Istri Habib Rizieq Syihab adalah Syarifah Fadhlun Yahya binti Faadhil bin Hasan bin Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Umar bin Aqil bin Syeikh bin Abdurrahman bin Aqil bin Ahmad bin Yahya bin Hasan bin Ali bin Alwi bin Muhammad Maulad Daawilah bin Ali bin Alwi Ibnul Faqih bin Muhammad Al-Faqihil Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib Murbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Djamaluddin bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra binta Rasulullah Muhammad Shallallahu Älaihi Wasallam. (dari beberapa sumber)

Putera Pejuang Kemerdekaan

Habib Rizieq mengaku ketika ayahnya meninggal dunia tahun 1966, Beliau baru berusia 11 bulan. ”Jadi saya mengenalnya hanya dari foto,” katanya. Sang ayah yang lahir tahun 1920-an, sebelum meninggal di Polonia, Jatinegara, berkata kepada seorang anggota keluarganya, ”Tanyakan kepada putra saya ini, kalau sudah besar mau menjadi ulama atau jagoan. Kalau mau jadi ulama, didik agamanya dengan baik. Kalau mau jadi jagoan, berikan dia golok.”

Habib Husein, yang ketika itu masih berusia 20 tahunan, bekerja di bagian logistik. Di sini dia punya hubungan dengan para pejuang kemerdekaan. Dia banyak memberikan makanan dan pakaian untuk para pejuang yang ketika itu bergerilya di Jakarta dan sekitarnya. Rupanya pihak NICA (silahkan baca: https://id.wikipedia.org/wiki/NICA) mengendus tingkah lakunya itu, karena ada kawannya sendiri yang tega mengkhianatinya dan melaporkannya pada NICA. Tanpa ampun lagi, Husein Shihab pun ditangkap. Kedua tangannya diikat dan ia diseret dengan kendaraan jeep. Sebagai organisasi semi militer, otakku berujar, “mungkinkah ini yang disebut sebagai sekumpulan pengusaha yang dipersenjatai?”

Di penjara dia divonis hukuman mati oleh Belanda. Tapi, berkat bantuan Allah, Habib Husein Shihab berhasil kabur dari penjara dan melompat ke Kali Malang. Dia selamat, meskipun bagian pantatnya tertembak. Dia sadar setelah sebelumnya mendapat pertolongan dari KH Nur Ali, pejuang Bekasi yang sangat ditakuti NICA.

Suatu hari, Habib Muhammad Rizieq Shihab memperlihatkan foto ayahnya dengan istri Bung Karno, Fatmawati, dalam suatu upacara pada awal kemerdekaan. Dia menyatakan bangga, ayahnya punya semangat nasionalisme yang tinggi dan ikut membakar para pemuda Arab melawan Belanda melalui Pandu Arab Indonesia.

Ayah Habib Husein Shihab, Habib Muhammad Shihab, dahulu pernah memiliki ratusan delman dan memiliki istal kuda di depan RS Pelni. Delman yang bertrayek Tanah Abang ke Kebayoran Lama ini pernah diganggu oleh preman yang mengaku anak buah si Pitung, jagoan Betawi yang dibenci Belanda.

Seperti dituturkan Habib Muhammad Rizieq, kakeknya itu langsung menemui Pitung yang merasa tidak senang namanya dicatut. Rupanya pertemuan itu malah membuat dua tokoh Betawi tersebut menjadi akrab. Akhirnya, Habib Muhammad dikawinkan dengan ponakan Pitung dari Kebon Nanas, Kebayoran Lama. Dari perkawinan ini lahirlah Habib Husein Shihab, ayah dari Habib Muhammad Rizieq Shihab.

Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab

Mari sejenak kita ringkas biografi Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab. Lahir di Jakarta pada tanggal 24 Agustus 1965, ayah beliau Habib Husein bin muhammad Shihab dan ibu beliau Syarifah Sidah Alatas. Ayahnya meninggal semenjak beliau masih berumur 11 bulan, dan semenjak itulah Habib Muhammad Rizieq Shihab tidak dididik di pesantren. Namun sejak berusia empat tahun, Beliau sudah rajin mengaji di masjid-masjid. Ibunya yang sekaligus berperan sebagai bapak dan bekerja sebagai penjahit pakaian serta perias pengantin, sangat memperhatikan pendidikan Habib Muhammad Rizieq Shihab dan satu anaknya yang lain.

Setelah lulus SD, Habib Muhammad Rizieq Shihab masuk ke SMP Pejompongan, Jakarta Pusat. Ternyata jarak sekolah dengan rumahnya di Petamburan, juga di Jakarta Pusat, terlalu jauh. Beliau pun kemudian dipindahkan ke sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya, SMP Kristen Bethel Petamburan. Lulus SMA, Habib Rizieq meneruskan studinya di King Saudi University, Arab Saudi, yang diselesaikan dalam waktu empat tahun dengan predikat cum-laude. Habib Muhammad Rizieq Shihab pernah kuliah untuk mengambil S2 di Malaysia, tetapi hanya setahun.

Habib-Rizieq

Habib Muhammad Rizieq Shihab mendeklarasikan berdirinya Front Pembela Islam (FPI) tanggal 17 Agustus 1998. FPI mulai dikenal sejak terjadi Peristiwa Ketapang, Jakarta, 22 November 1998, sekitar 200 anggota massa FPI bentrok dengan ratusan preman. Bentrokan bernuansa suku, agama, ras, antargolongan ini mengakibatkan beberapa rumah warga dan rumah ibadah terbakar serta menewaskan sejumlah orang.dan disini lah saya baru mengenal beliau.

Biodata

Nama  :   Habib Muhammad Rizieq Syihab

Lahir   :   Jakarta, 24 Agustus 1965

Ayah   :   Habib Husein Syihab (almarhum)

Ibu      :   Syarifah Sidah Alatas

Istri     :   Fadlun Yahya

Anak  :

Rufaidah Syihab

Humaira Syihab

Zulfa Syihab

Najwa Syihab

Muntaz Syihab

Fairuz Syihab

Zahra Syihab

Pendidikan :

SDN 1 Petamburan, Jakarta (1975)

SMP 40 Pejompongan, Jakarta

SMP Kristen Bethel Petamburan, Jakarta (1979)

SMAN 4, Gambir, Jakarta

SMA Islamic Village, Tangerang (1982)

Jurusan Studi Agama Islam (Fikih dan Ushul) King Saud University (S1), Riyadh, Arab Saudi (1990)

Studi Islam, Universitas Antar-Bangsa (S2 dan S3), Malaysia.

Karir :

Kepsek Madrasah Aliyah Jamiat Kheir, Jakarta

Dewan Syariat BPRS At-Taqwa, Tangerang

Pimpinan/pembina sejumlah majelis ta’lim Jabotabek

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI)

Organisasi FPI dan Aktivitasnya

Berdasarkan apa yang termuat dalam laman FPI, Organisasi FPI untuk pertama kalinya dicetuskan di Petamburan – Jakarta dan dideklarasikan secara terbuka di Pondok Pesantren Al-Umm – Ciputat – Tangerang pada tanggal 25 Robi’uts Tsani 1419 Hijriyyah bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 1998 Miladiyyah, untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya. Pusat Organisasi ini berkedudukan di Jakarta.

Tak terlalu banyak informasi yang tersedia di laman berkenaan dengan aktivitas FPI. Namun demikian, sebagian aktivitas social berikut ini dapat Anda simak:

1) FPI mengevakuasi sekitar 100 ribu mayat pasca Tsunami di Aceh.

2) Aksi Kemanusiaan FPI di lokasi Banjir, Kebakaran Jakarta, Gempa Padang, Letusan Merapi Yogya, Longsor Leuwi Gajah, Air Bah Morowali, Jebolnya Tanggul Tangerang, Kerusuhan Mbah Priok, banjir bandang di Garut, Bantuan ke Palestina dan tentunya masih banyak lagi.

3) Kerjasama FPI dengan Kemensos RI secara nasional dalam Program Bedah Kampung. Sudah berapa ribu rumah rakyat miskin di puluhan kampung yang dibedah di Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Purwakarta, Pasuruan, Palu, Gresik, dan sebagainya.

4) Kerjasama FPI dengan Kemenag RI dalam Program Pengembalian Ahmadiyah kepada Islam. Sudah berapa ribu Ahmadiyah yang taubat masuk Islam, di Tenjo Waringin Tasik saja ada 800 Warga Ahmadiyah yang sudah kembali ke Islam.

5) Sejumlah Pemda di berbagai Daerah kerjasama dengan FPI dalam berbagai program : Kebersihan Lingkungan, Penyuluhan Kesehatan, Pemberantasan Hama Pertanian, Penghijauan Lahan Gundul, dan sebagainya.

6) Kerjasama FPI dengan Almarhum Taufiq Kiemas Pimpinan MPR RI dalam pemantapan Empat Pilar Negara. FPI tidak pernah menolak Pancasila, UUD 1945, NKRI dan BHINNEKA TUNGGAL IKA selama ditafsirkan secara benar dan lurus, serta tidak dijadikan sekedar alat politik semata.

7). FPI selalu siap kerjasama dengan pemerintah dalam semua bidang: Pendidikan, Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Ekonomi, Sosial, Politik, Keamanan, Pemberantasn Korupsi, Pengentasan Kemiskinan, sampai kepada soal pengentasan penyakit masyarakat seperti : Perdukunan, Narkoba, Miras, Judi, Pelacuran, dsb. Kapan saja dan dimana saja GRATIS TANPA PAMRIH kecuali hanya mengharap RIDHO ALLAH SWT.

Saking banyaknya aktivitas social yang telah dan in sya Allah tetap akan dilakukan FPI, maka saya batasi sampai 7 poin saja.  Saya sendiri jadi malu, merasa belum berbuat apa-apa untuk bangsa Indonesia ini.  Semoga informasi dari beberapa sumber ini bermanfaat.

Tahukah Anda, siapakah Habib Rizieq itu
Tagged on:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.